Selasa, 25 Oktober 2016

Tentang Kata

Simbol sederhana yg dapat dibuat oleh raga namun beda hal nya ketika simbol itu dibuat dan dirasa oleh jiwa.

Mudah dirasa, sulit untuk dilupa. Hanya waktu yg menjawab dan menemani.

Banyak definisi soal cinta, banyak pula cerita soal cinta. Kisah kasih sepasang anak adam dan hawa yang sedang dimabuk asmara.

Ketika telah merasa mendapat cinta yang sebenarnya, jagalah. Tahanlah ego,buanglah dengki, tak akan ada hawa nafsu. Cinta yg sejati akan menjaga dan mengasihi dengan setulus hati. Memberi tanpa pamrih, mencintai sepenuh hati.

Diskriminasi Siswa oleh Guru di Sekolah Dasar

Teori Diskriminasi

Menurut  Theodorson  &  Theodorson, (1979: 115-116): Diskriminasi  adalah  perlakuan  yang  tidak  seimbang  terhadap  perorangan, atau  kelompok, berdasarkan sesuatu,  biasanya  bersifat  kategorikal, atau  atribut-atribut khas,  seperti  berdasarkan  ras,  kesukubangsaan, agama,  atau keanggotaan  kelas-kelas sosial ( kaya,miskin).

Menurut Pettigrew dalam Liliweri (2005:221) ada dua tipe  diskriminasi , yaitu:
1. Diskriminasi langsung (membatasi suatu wilayah tertentu,pemukiman,jenis pekerjaan, fasilitas umum).
2. Diskriminasi tidak langsung (dilaksanakan melalui penciptaan kebijakan yang menyangkut Ras,Suku,Agama,atau prosedur yang sedang dijalankan mengandung unsur diskriminasi atau pembedaan.

Teori Profesionalisme Guru
Adapun pofesionalisme guru mencakup beberapa hal yaitu  profesi guru, kompetensi guru, dan fungsi guru.

1.Profesi guru
a) Guru sebagai pengajar
b) Guru sebagai pembimbing
c) Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan kepentingan pribadi
2. Kompetensi guru
Kompetensi profesional
Kompetensi pedagogik
Kompetensi sosial
Kompetensi kepribadian
3.Fungsi guru
Mengajar 
Membimbing
Mengerjakan tugas  administrasi

Kasus
Kasus ini dialami oleh adik saya sendiri. Ketika adik saya duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar wali kelas nya berlaku tidak adil kepada adik saya dan salah seorang temannya yang lain. Wali kelas nya hanya berlaku adil kepada murid yang mengikuti bimbingan belajar darinya saja sedangkan murid lain yang sudah mengikuti bimbingan belajar ditempat lain atau tidak  mengikuti bimbingan belajar di diskriminasi olehnya. Adik saya sudah mengikuti bimbingan belajar di tempat lain dan akhirnya mendapat diskriminasi oleh wali kelasnya . Contohnya saja, ketika ulangan walaupun jawaban adik saya benar tetap saja disalahkan oleh guru nya dan ketika adik saya protes terhadap wali kelas nya dia hanya diam saja dan mengacuhkan adik saya. Kejadian ini berlangsung sampai adik saya naik kelas dan mendapat wali kelas yang berbeda. Orang tua saya sudah melapor ke kepala sekolah namun tidak ada penanganan lebih lanjut. Kesan kurang baik pun menjadi terpancar, guru yang seharusnya berperilaku adil terhadap semua murid nya kini sebagian sudah tidak demikian.

Pertanyaan: Apa penyebab diskriminasi siswa oleh guru?

Penyebab muncul diskriminasi:
Banyak faktor penyebab diskriminasi oleh guru terhadap siswa contohnya:
1. Anggapan tentang siswa yang memiliki keterbelakangan fisik
2. Masyarakat seolah cuek akan hal diskriminasi
3. Sekolah yang cenderung menjaga nama baik
4. Terjadi kesalahan penafsiran tentang  anak pandai dan kurang pandai
5. Kurang profesionalnya guru

Dampak Diskriminasi

Bagi siswa:
- Merasa dikucilkan dari pergaulan dan merasa minder terhadap teman yang lain
- Prestasi akademik menjadi merosot

Bagi guru:
- Mendapat sanksi berupa teguran atau skorsing mengajar
- Pengeluaran dari sekolah tersebut (memindah guru supaya tidak mengajar  di sekolah itu kembali).

Undang-undang yang Mengatur Tentang Diskriminasi

1. Pasal  4, Bab III, Undang-undang No.20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa: “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia”.  Makna dari pasal ini semua warga mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa ada persyaratan-persyaratan khusus seperti harus memiliki kesempurnaan fisik.
2. Undang-Undang No.39 Tahun 1999, salah satunya adalah hak untuk memperoleh keadilan. 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kasus diskriminasi yang terjadi seperti contoh kasus diatas disebabkan oleh beberapa faktor. Namun faktor yang paling dominan adalah Kurang profesionalnya guru karena dia tidak menguasai salah satu kompetensi yaitu kompetensi kepribadian dan belum menjalankan kewajibannya sebagain guru dengan baik karena masih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan orang lain dalam arti peserta didik nya. Kasus seperti ini harus segera ditindaklanjuti karena akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis dari korban dan akan terus memakan korban bila sang guru tidak dihentikan perbuatan kurang baik nya ini.

Sumber:
http://seputargunadharmauniversity.blogspot.com/2015/01/diskriminasi-dalam-dunia-pendidikan.html
http://issnaini.blogspot.co.id/2012/10/makalah-diskriminasi-pendidikan.html

Selasa, 11 Oktober 2016

Pembullyan Siswa di Sekolah Dasar

Pengertian bullying:

Andrew Mellor (1997), seorang psikolog dari University of Edinburgh, Inggris, mendefinisikan Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan dia takut bila perilaku buruk tersebut akan terjadi lagi, dan merasa tak berdaya untuk mencegahnya.
 
Menurut Andi Priyatna (2010:3),  jenis-jenis bullying dikategorikan sebagai berikut :
1.                  Fisikal
2.                  Verbal (Lisan)
3.                  Sosial
4.                  Cyber/elektronik

Beberapa faktor penyebab terjadinya tindakan bullying:
 
1.      Faktor pribadi anak itu sendiri
2.      Faktor keluarga
3.      Faktor lingkungan masyarakat
4.      Faktor sekolah
5.      Faktor pengaruh media

Contoh kasus tentang pembullyan :

Di SD (Sekolah Dasar) tempat keponakan saya mengenyam bangku pendidikan ada suatu kasus yang menarik perhatian. Mungkin kasus semacam ini banyak juga terjadi ditempat lain. Ya salah seorang teman sekelas keponakan saya memiliki kepribadian yang kurang baik, dia senang membully teman sekelasnya yang lain. Membullynya tidak hanya dengan mengolok-olok namun sudah sampai pada pembullyan secara fisik. Pada puncaknya anak yang senang membully ini memukul teman sekelasnya hingga pingsan dan terluka sampai korban ini dilarikan ke rumah sakit. Yang ganjil adalah ketika orang tua korban bully ini melapor kepada wali kelas, wali kelas yang notaben nya menjadi penengah ini malah cuek dan tidak ingin mempermasalahkan masalah yang sudah terjadi karena tidak ingin nama baik SD tersebut tercemar hingga berimbas pada jumlah peserta didik baru. Hal ini terjadi karena SD di pedesaan cenderung berlomba-lomba untuk mencari murid karena jumlah sekolah dasar lebih banyak dibanding jumlah murid nya.

Dampak bullying bagi korban :
– Rendahnya kepercayaan diri / minder
– Pemalu dan penyendiri
– Merosotnya prestasi akademik
– Merasa terikucilkan dalam pergaulan
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri (depresi)

Pertanyaan :
Bagaimana solusi untuk mengatasi kasus bullying seperti di atas?

Solusi untuk kasus bullying seperti di atas adalah :

1. Menghimbau para orang tua untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak sejak dini yaitu mengajarkan anak untuk memliki rasa empati, menghargai orang lain, dan menyadarkan sang anak bahwa dirinya adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.
2. Penegakan aturan/sanksi/disiplin sesuai kesepakatan siswa, guru dan sekolah, serta orang tua dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur pemberian sanksi, lebih ditekankan pada pengabdian kepada masyarakat (student service).
3. Melakukan tindakan ketika kita mengetahui tentang kasus bullying.

Sumber :
http://arifbosmicbkt.blogspot.co.id/2015/05/proposal-penelitian-sosiologi-tentang.html