Senin, 08 Mei 2017

Merintis Usaha Baru dan Pengembangan Usaha

Merintis Usaha Baru dan Pengembangan Usaha
Cara Merintis Bisnis atau Usaha Baru
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan usaha baru adalah :
a) Mencari peluang usaha baru : memperbaiki dan mengembangkan usaha
lama, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
b) Pembiayaan : mengidentifikasi pendanaan – jumlah dan sumber-sumber
dana,
c) SDM ( Sumber Daya Manusia ) : merinci tenaga kerja yang dimiliki dan akan dipergunakan,
d) Kepemilikan : penekanan pada peran-peran para pihak dalam pelaksanaan
usaha,
e) Organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki,
f) Kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial
(POAC)
g) Pemasaran : meliputi lokasi dan tempat usaha.
Pengembangan Usaha
Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi, dan kreativitas (Anoraga, 2007:66).
1. Prinsip Pengembangan Usaha
Kita perlu memahami mengenai prinsip-prinsip pengembangan usaha, demi keberlanjutan sebuah usaha, yaitu :
A. Peduli
Peduli dan peka terhadap segala hal yang terjadi dalam
lingkungannya serta selalu memelihara rasa cinta kasih sesama.
B. Positif dan Antusias
Selalu antusias dalam berpikir dan bertindak demi mencapai
tujuan berusaha. Namun segala pemikiran dan tindakan tersebut bersifat positif
demi menjaga kelangsungan usaha.
C. Inisiatif
Memiliki inisiatif dalam menjalankan usaha berdasarkan motivasi yang kuat untuk maju dan mencapai tujuan tanpa menunggu komando, dan tanpa menyimpang dari kebijakan
perusahaan atau negara.
D. Rendah Hati
Berusaha selalu optimis dalam setiap
langkah, namun tidak sombong dan selalu menghargai serta menghormati orang
lain.
E. Kreatif dan Inovatif
Selalu kreatif dalam berusaha dengan melakukan berbagai inovasi agar dapat memenangkan persaingan dan menjadi leader dalam lingkungannya.
F. Komunikatif
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menguasai tekniknya secara baik, sehingga mampu menyampaikan segala informasi yang diperlukan tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
G. Kerjasama
Mampu menjalin kerjasama untuk menggalang kemitraan dengan semua kalangan dalam menjalankan tugas agar sukses mencapai tujuan.
H. Disiplin dan Bertanggungjawab
Memiliki rasa tanggungjawab yang besar terhadap kelangsungan hidup kegiatan usaha. Untuk itu, diperlukan disiplin yang tinggi dalam menjalankan semua peraturan atau ketentuan demi mencapai tujuan.
I. Komitmen dan Tabah
Memiliki komitmen yang tinggi terhadap semua keputusan atau peraturan dan kesepakatan yang telah ditetapkan serta bertanggungjawab melaksanakan tanpa tawar-menawar.
J. Produktif
Bekerja secara profesional, tekun dan sungguhsungguh untuk mencapai hasil yang maksimal.
2. Tahapan Pengembangan Usaha
Menurut Pandji Anoraga (2007:90), ada beberapa tahapan pengembangan usaha antara lain:
A. Identifikasi Peluang
Perlu mengidentifikasi peluang dengan didukung data dan informasi. Informasi biasanya dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti:
1. Rencana Perusahaan
2. Saran dan usul manajemen kecil
3. Program dan pemerintah
4. Hasil berbagai riset peluang usaha
5. Kadin atau asosiasi usaha sejenis
B. Merumuskan Alternatif Usaha
Setelah informasi berkumpul dan dianalisis maka pimpinan perusahaan atau manajer usaha dapat dirumuskan usaha apa saja yang mungkin dapat dibuka.
C. Seleksi Alternatif
Alternatif yang banyak selanjutnya harus dipilih satu atau beberapa alternatif yang terbaik dan prospektif. Untuk usaha yang prospektif dasar pemilihannya antara lain dapat menggunakan kriteria sebagai berikut:
1. Ketersediaan Pasar
2. Resiko Kegagalan
3. Harga
D. Pelaksanaan Altenatif Terpilih
Setelah penentuan alternatif maka tahap selanjutnya pelaksanaan usaha yang terpilih.
E. Evaluasi
Evaluasi dimaksud untuk memberikan koreksi dan perbaikan terhadap usaha yang dijalankan. Di samping itu juga diarahkan untuk dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelaksanaan usaha selanjutnya.
Daftar Pustaka
Gede Sandiasa.2009.Kewirausahaan.Bali: Universitas Panji Sakti
http://Repository.usu.ac.id/bitstream/1234

Senin, 13 Februari 2017

Konsep Koperasi


Pengertian Koperasi
Menurut UU no 25 Tahun 1992 koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.

Arti Lambang Koperasi
1.Arti lambang koperasi Rantai.Rantai melambangkan kokohnya persahabatan, jadi manusia yang berkoperasi adalah masyarakat yang suka bersahabat.cinta akan persahabatan dan tidak mudah goyah ataupun putus.Semua anggota saling terikat dan bersahabat dengan erat untuk menggapai tujuan bersama yaitu kemakmuran bagi seluruh anggota koperasi.

2.Arti lambang koperasi roda bergigi.Menggambarkan upaya keras yang di tempuh secara terus menerus seperti roda yang berputar tidak kenal lelah walaupun kadang di bawah kadang di atas.

3.Arti lambang koperasi
Kapas dan Padi.Menggambarkan kemakmuran rakyat yang di usahakan oleh koperasi Jadi tujuan koperasiadalah terwujudnya masyarakat indonesia yang makmur dan sejahtera.Cukup sandang pangan dan papan.

4.Arti lambang koperasi Timbangan Melambangkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi jadi setiap pengurus dan anggota koperasi haruslah adil dalam mengelola  koperasi. Adil dan tidak berat sebelah kepada seluruh anggota dan pengurus koperasi.

5.Arti lambang koperasi Bintang dalam perisai artinya pancasila sebagai landasan idiil koperasi Jadi pancasila menjadi landasan dalam berkoperasi serta mengamalkan kelima sila tersebut dalam kegiatan keseharian koperasi.Dengan demikian koperasi indonesia adalah insan yang setia dan mengamalkan pancasila.

6.Arti lambang koperasi Pohon beringin menggambarkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian masyarakat indonesia yang kokoh berakar Artinya masyarakat indonesia yang bergerak di bidang koperasi adalah masyarakat yang kokoh.tidak mudah goyah oleh cobaan dan gempuran ekonomi dari luar negeri.Dan siap bersaing.

7.Arti lambang koperasi "Koperasi Indonesia" menandakan lambang kepribadian koperasi rakyat indonesia.Jadi koperasi adalah sistem ekonomi indonesia yang sangat bagus dan menjadi penggerak perekonomian indonesia

8.Arti lambang koperasi Warna merah putih menggambarkan sifat nasional Indonesi.Cinta tanah air dan bangga sebagai warga negara indonesia.

Prinsip Koperasi
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolahan dilakukan secara demokratis
3. Sisa hasil usaha yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota
4. Modal diberi jasa secara terbatas
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi

Jenis Koperasi Menurut Fungsinya
Koperasi Konsumsi: koperasi yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggota.
Koperasi simpan pinjam : koperasi yang memberi pinjaman modal dan menerima simpanan para anggotanya. Cara koperasi kredit membentuk modal di koperasi adalah dengan cara mewajibkan anggotanya mengadakan simpanan wajib, pokok, dan sukarela.
Koperasi produksi : usaha koperasi ini ditujukan untuk menghasilkan (memproduksi) sesuatu secara bersama-sama.

Landasan Koperasi
Landasan Idiil : Pancasila
Landasan Struktural : UUD 1945
Landasan Mental : Setia kawan dan kesadaran pribadi.

Sumber: Chaniago, Arifinal. Pendidikan Perkoperasian Indonesia. Bandung: Angkasa

Selasa, 25 Oktober 2016

Tentang Kata

Simbol sederhana yg dapat dibuat oleh raga namun beda hal nya ketika simbol itu dibuat dan dirasa oleh jiwa.

Mudah dirasa, sulit untuk dilupa. Hanya waktu yg menjawab dan menemani.

Banyak definisi soal cinta, banyak pula cerita soal cinta. Kisah kasih sepasang anak adam dan hawa yang sedang dimabuk asmara.

Ketika telah merasa mendapat cinta yang sebenarnya, jagalah. Tahanlah ego,buanglah dengki, tak akan ada hawa nafsu. Cinta yg sejati akan menjaga dan mengasihi dengan setulus hati. Memberi tanpa pamrih, mencintai sepenuh hati.

Diskriminasi Siswa oleh Guru di Sekolah Dasar

Teori Diskriminasi

Menurut  Theodorson  &  Theodorson, (1979: 115-116): Diskriminasi  adalah  perlakuan  yang  tidak  seimbang  terhadap  perorangan, atau  kelompok, berdasarkan sesuatu,  biasanya  bersifat  kategorikal, atau  atribut-atribut khas,  seperti  berdasarkan  ras,  kesukubangsaan, agama,  atau keanggotaan  kelas-kelas sosial ( kaya,miskin).

Menurut Pettigrew dalam Liliweri (2005:221) ada dua tipe  diskriminasi , yaitu:
1. Diskriminasi langsung (membatasi suatu wilayah tertentu,pemukiman,jenis pekerjaan, fasilitas umum).
2. Diskriminasi tidak langsung (dilaksanakan melalui penciptaan kebijakan yang menyangkut Ras,Suku,Agama,atau prosedur yang sedang dijalankan mengandung unsur diskriminasi atau pembedaan.

Teori Profesionalisme Guru
Adapun pofesionalisme guru mencakup beberapa hal yaitu  profesi guru, kompetensi guru, dan fungsi guru.

1.Profesi guru
a) Guru sebagai pengajar
b) Guru sebagai pembimbing
c) Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan kepentingan pribadi
2. Kompetensi guru
Kompetensi profesional
Kompetensi pedagogik
Kompetensi sosial
Kompetensi kepribadian
3.Fungsi guru
Mengajar 
Membimbing
Mengerjakan tugas  administrasi

Kasus
Kasus ini dialami oleh adik saya sendiri. Ketika adik saya duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar wali kelas nya berlaku tidak adil kepada adik saya dan salah seorang temannya yang lain. Wali kelas nya hanya berlaku adil kepada murid yang mengikuti bimbingan belajar darinya saja sedangkan murid lain yang sudah mengikuti bimbingan belajar ditempat lain atau tidak  mengikuti bimbingan belajar di diskriminasi olehnya. Adik saya sudah mengikuti bimbingan belajar di tempat lain dan akhirnya mendapat diskriminasi oleh wali kelasnya . Contohnya saja, ketika ulangan walaupun jawaban adik saya benar tetap saja disalahkan oleh guru nya dan ketika adik saya protes terhadap wali kelas nya dia hanya diam saja dan mengacuhkan adik saya. Kejadian ini berlangsung sampai adik saya naik kelas dan mendapat wali kelas yang berbeda. Orang tua saya sudah melapor ke kepala sekolah namun tidak ada penanganan lebih lanjut. Kesan kurang baik pun menjadi terpancar, guru yang seharusnya berperilaku adil terhadap semua murid nya kini sebagian sudah tidak demikian.

Pertanyaan: Apa penyebab diskriminasi siswa oleh guru?

Penyebab muncul diskriminasi:
Banyak faktor penyebab diskriminasi oleh guru terhadap siswa contohnya:
1. Anggapan tentang siswa yang memiliki keterbelakangan fisik
2. Masyarakat seolah cuek akan hal diskriminasi
3. Sekolah yang cenderung menjaga nama baik
4. Terjadi kesalahan penafsiran tentang  anak pandai dan kurang pandai
5. Kurang profesionalnya guru

Dampak Diskriminasi

Bagi siswa:
- Merasa dikucilkan dari pergaulan dan merasa minder terhadap teman yang lain
- Prestasi akademik menjadi merosot

Bagi guru:
- Mendapat sanksi berupa teguran atau skorsing mengajar
- Pengeluaran dari sekolah tersebut (memindah guru supaya tidak mengajar  di sekolah itu kembali).

Undang-undang yang Mengatur Tentang Diskriminasi

1. Pasal  4, Bab III, Undang-undang No.20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa: “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia”.  Makna dari pasal ini semua warga mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa ada persyaratan-persyaratan khusus seperti harus memiliki kesempurnaan fisik.
2. Undang-Undang No.39 Tahun 1999, salah satunya adalah hak untuk memperoleh keadilan. 

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kasus diskriminasi yang terjadi seperti contoh kasus diatas disebabkan oleh beberapa faktor. Namun faktor yang paling dominan adalah Kurang profesionalnya guru karena dia tidak menguasai salah satu kompetensi yaitu kompetensi kepribadian dan belum menjalankan kewajibannya sebagain guru dengan baik karena masih mementingkan diri sendiri daripada kepentingan orang lain dalam arti peserta didik nya. Kasus seperti ini harus segera ditindaklanjuti karena akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis dari korban dan akan terus memakan korban bila sang guru tidak dihentikan perbuatan kurang baik nya ini.

Sumber:
http://seputargunadharmauniversity.blogspot.com/2015/01/diskriminasi-dalam-dunia-pendidikan.html
http://issnaini.blogspot.co.id/2012/10/makalah-diskriminasi-pendidikan.html

Selasa, 11 Oktober 2016

Pembullyan Siswa di Sekolah Dasar

Pengertian bullying:

Andrew Mellor (1997), seorang psikolog dari University of Edinburgh, Inggris, mendefinisikan Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya oleh tindakan orang lain dan dia takut bila perilaku buruk tersebut akan terjadi lagi, dan merasa tak berdaya untuk mencegahnya.
 
Menurut Andi Priyatna (2010:3),  jenis-jenis bullying dikategorikan sebagai berikut :
1.                  Fisikal
2.                  Verbal (Lisan)
3.                  Sosial
4.                  Cyber/elektronik

Beberapa faktor penyebab terjadinya tindakan bullying:
 
1.      Faktor pribadi anak itu sendiri
2.      Faktor keluarga
3.      Faktor lingkungan masyarakat
4.      Faktor sekolah
5.      Faktor pengaruh media

Contoh kasus tentang pembullyan :

Di SD (Sekolah Dasar) tempat keponakan saya mengenyam bangku pendidikan ada suatu kasus yang menarik perhatian. Mungkin kasus semacam ini banyak juga terjadi ditempat lain. Ya salah seorang teman sekelas keponakan saya memiliki kepribadian yang kurang baik, dia senang membully teman sekelasnya yang lain. Membullynya tidak hanya dengan mengolok-olok namun sudah sampai pada pembullyan secara fisik. Pada puncaknya anak yang senang membully ini memukul teman sekelasnya hingga pingsan dan terluka sampai korban ini dilarikan ke rumah sakit. Yang ganjil adalah ketika orang tua korban bully ini melapor kepada wali kelas, wali kelas yang notaben nya menjadi penengah ini malah cuek dan tidak ingin mempermasalahkan masalah yang sudah terjadi karena tidak ingin nama baik SD tersebut tercemar hingga berimbas pada jumlah peserta didik baru. Hal ini terjadi karena SD di pedesaan cenderung berlomba-lomba untuk mencari murid karena jumlah sekolah dasar lebih banyak dibanding jumlah murid nya.

Dampak bullying bagi korban :
– Rendahnya kepercayaan diri / minder
– Pemalu dan penyendiri
– Merosotnya prestasi akademik
– Merasa terikucilkan dalam pergaulan
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri (depresi)

Pertanyaan :
Bagaimana solusi untuk mengatasi kasus bullying seperti di atas?

Solusi untuk kasus bullying seperti di atas adalah :

1. Menghimbau para orang tua untuk mengembangkan kecerdasan emosional anak sejak dini yaitu mengajarkan anak untuk memliki rasa empati, menghargai orang lain, dan menyadarkan sang anak bahwa dirinya adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.
2. Penegakan aturan/sanksi/disiplin sesuai kesepakatan siswa, guru dan sekolah, serta orang tua dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur pemberian sanksi, lebih ditekankan pada pengabdian kepada masyarakat (student service).
3. Melakukan tindakan ketika kita mengetahui tentang kasus bullying.

Sumber :
http://arifbosmicbkt.blogspot.co.id/2015/05/proposal-penelitian-sosiologi-tentang.html